Licin – Jelantah jadi Berkah

Suasana penukaran minyak jelantah dari warga melalui aplikasi LICIN. (Foto : Smol.id/istimewa)

SMOL.ID – Bagi ibu-ibu rumah tangga kini bisa tersenyum lega, karena minyak jelantah (minyak bekas penggorengan) yang selama ini dianggap limbah dan dibuang begitu saja sebaiknya jangan dibuang.

Sebaiknya dikumpulkan, karena minyak bekas penggorengan Itu bisa ditukarkan dengan souvenir, uang bahkan emas. Dengan demikian, minyak jelantah tersebut bisa menjadi tambahan uang belanja bagi ibu-ibu rumah tangga.

“Melalui layanan kami, minyak goreng bekas pakai dapat ditukarkan dengan uang tunai, produk AMDK Pelangi, hingga emas,” ujar Efang Sofian, pimpinan LICIN melalui siaran tertulis yang diterima Smol.id, Jumat 20 Agustus 2021

Menurut Efang, startup lokal LICIN hadir mengolah limbah minyak goreng dari rumah tangga ataupun sektor F&B untuk diolah menjadi BioDiesel. Bahan-bahannya diantaranya dari minyak jelantah, untuk itu LICIN siap menampung minyak tersebut.

“Selain itu, LICIN juga menawarkan solusi yang memberikan keuntungan bagi para penggunanya,” tutur pimpinan LICIN, Efang Sofian. ”Kebetulan kami sedang lounching,” tambah dia.

Peluncuran LICIN Indonesia secara umum bertepatan dengan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia. Minyak jelantah baik itu yang bersumber dari limbah rumah tangga, industri rumahan, restoran, hingga usaha-usaha lainnya dapat ditukar dengan berbagai barang bernilai tinggi.

“Sekali lagi kami sampaikan melalui layanan ini, minyak goreng bekas pakai dapat ditukarkan dengan uang tunai, produk AMDK Pelangi, hingga emas,” katanya.

Sebab, lanjut dia, berdasarkan data dari The International Council on Clean Transportation (ICCT), pada tahun 2019, Indonesia menghasilkan 157 juta liter jelantah yang berasal dari limbah rumah tangga, industri rumahan, restoran, dan hotel.

Angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri dan jumlah penduduk di Indonesia. Sayangnya, minyak jelantah yang dapat dikumpulkan di Indonesia baru mencapai angka 3 juta kilo liter atau hanya 18.5% dari total konsumsi minyak goreng sawit nasional.

“Hal ini tentu sangat bermanfaat, mengingat jelantah biasanya hanya akan berakhir di pembuangan dan mencemari aliran air,” ujarnya. ”Dari pada dibuang, bisa ditukar souvernir atau yang lainnya kepada kami,” imbuhnya.

Untuk menukarkan jelantah dengan beberapa produk tersebut, pengguna hanya harus mendaftar melalui laman LICIN yaitu https://licin.love, kemudian melakukan permintaan pengambilan minyak bekas pakai tersebut.

Jelantah yang telah dikumpulkan, akan diolah kembali menjadi BioDiesel. Licin bersama dengan partner juga sudah mendapatkan sertifikasi resmi dari Komisi Eropa (European Comission) melalui “International Sustainability and Carbon Certification”

“Sejak pertama soft launching hingga proses pengelolaan ini, LICIN telah mengumpulkan (2500 kg) jelantah selama (3 bulan) sejak Juni 2021,” jelas Efang.

Dengan mengusung tagline “Jelantah Jadi Berkah” dan mengkampanyekan “Bantu Ibu Raih Berkah, Sedekah, dan Amanah”, LICIN juga berkolaborasi dengan Bank Infaq besutan Sandiaga Uno untuk menyediakan program pengumpulan infaq berbasis jelantah.

Shopping Basket