ZERO-WASTE ALA LICIN

ZERO-WASTE ALA LICIN

Kehadiran gerakan zero-waste telah mendapatkan momentumnya dalam mempengaruhi masyarakat untuk mulai peduli lingkungan.Tak terkecuali di Indonesia sebagai salah satu negara dengan pengguna dan penghasil minyak sawit terbesar di dunia sejak 2006, Menurut Data Index Mundi. Pada 2019, produksi sawit Indonesia mencapai 43,5 juta ton dengan pertumbuhan rata-rata 3,61 persen per tahun. Hal tersebut didukung oleh ketersediaan lahan perkebunan kelapa sawit Indonesia yang seluas 16,381 juta hektare. Disatu sisi, masyarakat Indonesia sering kali mengabaikan satu aspek yang penting yaitu, pembuangannya. Kebiasaan lama dengan membuang minyak jelantah ke saluran pembuangan jelaslah sangat tidak ramah bagi lingkungan. 

Langkah terbaik, dan benar, yang harus dilakukan dengan minyak jelantah kamu adalah mendaur ulangnya dengan penyedia layanan yang memiliki reputasi baik. Proses ini sederhana dan dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap lingkungan.

Sebagai sebuah startup yang hadir untuk membantu menangani pencemaran lingkungan dari limbah yang dibuang tanpa pengolahan yang tepat, LICIN mengumpulkan limbah jelantah kemudian disalurkan ke perusahaan biodiesel untuk diolah secara tepat guna. Berikut beberapa manfaat mendaur ulang minyak jelantah bagi lingkungan:

1. Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel

LICIN Indonesia dengan program “Mendapatkan penghasilan tambahan dari rumah dengan pemanfaatan sampah”, telah mengumpulkan lebih dari 6 ton minyak jelantah. Kemudian, mengapa dikumpulkan dan kemana akan dibuat apa nantinya? Ketika ditangani dengan benar, hal tersebut dapat membantu berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih dan aman. Minyak jelantah dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan untuk menghasilkan dua jenis bahan bakar yaitu biodiesel dan bahan bakar terbarukan.

Biodiesel adalah diesel tambahan untuk minyak bumi yang dapat membantu menggerakkan truk dan kereta api. Ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan dunia pada sumber daya yang terbatas seperti bahan bakar minyak bumi yang lebih berbahaya bagi lingkungan karena menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca 

Upaya mendaur ulang minyak goreng bekas untuk dapat digunakan kembali menjadi biodiesel, dan karena diesel terbarukan adalah bahan bakar yang lebih bersih pembakarannya yang telah terbukti mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 85 persen menurut Asosiasi Render Amerika Utara. Sehingga dengan bermitra dengan pendaur ulang minyak goreng bekas, kamu dapat membantu secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca dan menurunkan jejak karbon dunia.

2. Mencegah saluran pembuangan dan luapan limbah

Seringkali membuang minyak goreng panas ke wastafel atau saluran pembuangan air merupakan hal yang wajar, tetapi justru sebaliknya. Saat minyak mendingin, minyak akan mengeras dan akhirnya akan menyumbat saluran pembuangan kamu. Menuangkan minyak ke saluran pembuangan adalah cara yang salah karena mengakibatkan penyumbatan dan kerugian lainnya, sehingga akan membutuhkan layanan pipa untuk memperbaikinya. Hal ini juga dapat menyebabkan luapan limbah yang akan merembes ke halaman teras atau jalanan rumah kamu, yang dapat menyebabkan denda yang mahal.

3. Mengurangi tempat pembuangan sampah

Sebagian dari kamu mungkin berpikir bahwa membuang minyak goreng bekas ke tempat sampah adalah pilihan yang tepat. Meskipun hal tersebut tidak memberikan efek langsung yang berbahaya dengan menuangkannya ke saluran pembuangan, itu masih merupakan cara yang buruk dan tidak bertanggung jawab untuk menangani minyak. 

Tidak hanya membuang sumber daya yang berharga dan dapat digunakan kembali, hal itu meningkatkan pembuangan TPA dan masih dapat berakhir di sistem pembuangan limbah atau badan air yang dapat menyebabkan masalah bagi satwa liar.

Selain itu, sementara minyak yang mengeras itu berada di tempat sampah kamu menunggu untuk diangkut, pada akhirnya akan menimbulkan bau busuk dan dapat menarik hewan pengerat. Hal ini juga memungkinkan jika kamu memilih untuk mengomposkan minyak goreng bekas, karena membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai dan dapat mengurangi aliran udara melalui kompos.

4. Minyak Jelantah Jadi Pakan Ternak

Mendaur ulang minyak goreng bekas juga membantu meningkatkan pakan ternak. Minyak jelantah adalah pengganti jagung yang umum karena nutrisinya bertindak sebagai sumber kalori alternatif. Padahal, nutrisi tersebut menurut artikel online DAR Pro bisa mengandung energi 2,25x lebih banyak dari jagung. Ini sangat bermanfaat untuk peternakan babi dan unggas yang terletak di daerah dengan cuaca panas yang mendorong ternak untuk makan lebih sedikit. Nutrisi ini memberikan lebih banyak energi dan kalori dalam jumlah makanan yang lebih sedikit, membantu menjaga ternak tetap sehat meskipun cuaca yang tidak menentu.

Seperti yang mungkin sudah kamu ketahui sekarang, ada beberapa manfaat mendaur ulang minyak jelantah. Ada juga beberapa konsekuensi negatif dari pembuangan yang tidak tepat. Mendaur ulang minyak jelantah dengan benar akan memiliki efek positif yang bertahan lama terhadap lingkungan dengan mengurangi emisi, menurunkan jejak karbon kamu, dan membantu menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Sehingga penting untuk mempertimbangkan apa yang harus dilakukan dengan minyak jelantah kamu, pikirkan nilai yang sangat besar dan manfaat jangka panjang bagi lingkungan untuk mendaur ulangnya.

Kamu dapat melakukan bagian untuk berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat dan dunia yang lebih hijau bersama LICIN. Karena sejak 2021, LICIN telah membantu ratusan orang untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari rumah dengan pemanfaatan minyak jelantah yang ditukarkan menjadi rupiah. LICIN juga telah mengumpulkan lebih dari 5 ton minyak jelantah atau setara dengan 5 miliar liter. Minyak jelantah tersebut nantinya akan diolah menjadi bahan bakar biodiesel. Sudah banyak keuntungan dan dampak positif yang akan kamu dapatkan apabila bergabung dengan LICIN, yakin masih gak mau gabung?

Just register here https://app.licin.love/ atau unduh aplikasi LICIN di playstore sekarang juga!

Sosialisasi LICIN di UMKM Semarang Bisa

Sosialisasi LICIN di UMKM Semarang Bisa

7 November 2021 LICIN kembali melakukan sosialisasi akan pentingnya pengolahan minyak jelantah menjadi bahan yang tepat guna, salah satunya dengan mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel. Kali ini LICIN melakukan sosialisasi di UMKM Semarang Bisa, yang dihadiri oleh lebih dari 50 anggota UMKM. 

Sosialisasi ini diperlukan demi menanamkan mindset kepada anggota UMKM Semarang Bisa mengenai pentingnya menjaga lingkungan, dengan tidak membuang minyak jelantah ke saluran pembuangan. Selain itu, sosialisasi dengan pemaparan poin mengenai satu langkah kecil yang dilakukan dengan menukarkan minyak jelantah tidak terpakai mampu memberikan dampak positif yang besar bagi lingkungan. Sehingga sebagai bentuk tanggung jawab sosial saat ini, perlu memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat untuk ikut berkontribusi pada lingkungan yang lebih berkelanjutan dan masa depan yang lebih sehat.

Hasil akhir dari sosialisasi ini, 50 anggota UMKM di Semarang Bisa bergabung menjadi member LICIN. Ketertarikan para anggota UMKM di Semarang Bisa ini, diharapkan mampu membuat lingkungan yang lebih baik dan membantu masyarakat indonesia meningkatkan perekonomian dengan menjual minyak jelantah atau dapat menukarkan jelantahnya dengan berbagai produk kebutuhan rumah tangga, seperti mie instan dan produk frozen food yang dapat digunakan sehari-hari.

Follow up questions:

  1. Dihadiri oleh berapa orang 
  2. Menjelaskan apa saja 
  3. Yang melakukan presentasi (posisi jabatan sbg apa)
  4. Lokasi tempat sosialisasi
  5. UMKM nya kebanyakan bergerak di bidang apa

Indonesia vs Climate Change: Indonesia’s Commitment at the Glasgow’s COP26 Summit

Indonesia vs Climate Change: Indonesia’s Commitment at the Glasgow’s COP26 Summit

COP26 or the 26th Conference of the Parties is a meeting of all world leaders, ministers, representatives from civil society, businesses, international organizations, and the media in Glasgow to discuss global actions against climate change, highlighting the opportunity to limit global warming to 1.5 degrees, and to reduce global emissions by half by 2030 and reach 'net zero' by 2050.

In this regard, Indonesia has committed to achieving net zero emissions by 2060. The commitment, as it was asserted by the Minister of Environment and Forestry, Siti Nurbaya Bakar, is that Indonesia will strive to make it happen faster. This can be measured by the total emissions from energy and industry, as well as waste management. In addition, Indonesia also emphasizes the importance of sustainability in the implementation of values ​​to stop climate change through several practical policies to accelerate the realization.

Indonesia is aware of the importance of being committed to stopping climate change. In his remarks at the COP26 World Leaders Summit on Climate Change, President Jokowi emphasized that climate change is a major threat to global prosperity and development, and global solidarity, partnership, cooperation and collaboration are the keys to overcoming these problems.
LICIN as a startup helps deal with environmental pollution from waste disposed of without proper treatment by collecting used cooking oil which is then distributed to biodiesel companies to be processed appropriately.
LICIN has directly contributed to the Indonesian government’s effort to reach net zero emissions by 2060 by ensuring sustainability in the smallest units, the households, which can have a major impact in limiting climate change. Let's join LICIN and exchange your unused cooking oil to help achieve net zero emissions by 2060.

Saving the Earth While Laying Down. Can We?

Saving the Earth While Laying Down. Can We?

Hi Kaum Rebahan, did you know that with your habit of lying down you can still make a big change? Yup, that’s right. Every person in the world, even the most indifferent and the laziest among us are still part of the solution. Fortunately, there are super easy things we do as a routine that can make a big change if we all do them.

Here are the things you can do:

1. Share it, don’t just like it
Whenever you come across social media posts on climate change that interest you, share them for your followers to see
2. Speak up
Ask local or national authority to take part in initiatives that do not harm the people or the planet.
3. Shop local
Support local businesses or shop at nearby stores. This keeps people working and helps prevent trucks from driving long distances.
4. Offset your carbon emission
You can calculate your own carbon footprint. This way, you help reduce global emissions faster!
5.Try to reduce waste, as most of the waste ends up in the ocean.
6. Donate what you no longer use
Local charities will give new life to your used clothes, books and furniture.

Doing the things above is very easy is not it? But who would have thought that it could have a big impact on many people and more importantly for our earth. you? There is one other small effort that you can do from the kitchen of your home, namely by exchanging your used cooking oil at LICIN.

Why LICIN? 

Because LICIN has collected more than 5 tons of used cooking oil, equivalent to 5 billion liters. The used cooking oil is processed into biodiesel fuel, which of course will have a positive impact on the environment. research conducted by Katadata Insight Center,evealed that the use of every 1.64 billion liters of used cooking oil can reduce 6 million tons of greenhouse gas emissions, save 321 thousand hectares of forest from oil palm expansion/year, and reduce soil pollution. 

Not only that, since 2021, LICIN has also helped hundreds of people to earn additional income from home from used cooking oil. So, to save the earth from climate change does not have to be a big step, in fact by donating used cooking oil that you have, you can save the earth from the threat of the climate disaster. In addition, what is even more BLESSING, you will get income from the used cooking oil that you exchange. There have been many benefits and positive impacts that you will get when you join LICIN, are you sure you still don't want to join? 

Just register here https://app.licin.love/ or download the LICIN application via playstore right now!

Testimoni Pak Bagus

Selama ini sudah mengumpulkan minyak sebanyak 138.2 Kg dan telah menerima uang sebesar Rp 138.200,-. Uang yang didapat dari keuntungan menjual minyak jelantah ke LICIN digunakan Bapak Bagus untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bagi Bapak Bagus dengan adanya program LICIN ini cukup membantu walau belum terasa dari keuntungannya tapi program ini sudah sangat bagus dengan tujuan melindungi bumi dari limbah minyak jelantah. Kritik dan Saran : Tetap dan Terus Semangat

Bagus

Pengusaha Tahu

Testimoni Ibu Wied

Selama ini sudah mengumpulkan minyak sebanyak 30.4 Kg dan telah menerima uang sebesar Rp 182.400,-. Uang yang didapat dari menjual minyak jelantah ke LICIN diberikan kepada ibu-ibu lingkungan rumah dan kumpulan organisasi wanita katholik. Ibu Wied mempunyai kesepakatan dengan ibu-ibu lingkungan rumah dan kumpulan organisasi wanita katholik untuk minyak jelantahnya dibeli Ibu Wied sebesar Rp 4.000,- per Kg dan dibeli LICIN sebesar Rp 6.000,- per Kg. Selisih keuntungan sebesar Rp 2.000,- per Kg digunakan Ibu Wied untuk dimasukan ke kas kumpulan organisasi wanita katholik. Bagi Ibu Wied dengan adanya program LICIN ini sangat membantu dan membuat para ibu-ibu tergerak untuk melindungi bumi dari tercemarnya limbah minyak jelantah.

Wied

Guru

Testimoni Ibu Mirna

Selama ini sudah mengumpulkan minyak sebanyak 225.7 Kg dan telah menerima uang sebesar Rp 225.700,-. Uang yang didapat dari keuntungan menjual minyak jelantah ke LICIN digunakan Mirna untuk ditabung. Bagi Mirna dengan adanya program LICIN ini sangat bagus sehingga tergerak untuk mengajak para ibu-ibu dilingkungan rumah maupun di tempat usaha rumah makan, café, dll untuk menjaga bumi kita dengan tidak membuang minyak jelantah sembarangan selain itu juga sangat berguna bagi Mirna untuk dijadikan uang tambahan menabung. Kritik dan Saran : Semoga bisnis ini dapat terus berkembang maju dan semakin banyak mengajak orang-orang bergabung ke LICIN sehingga bumi kita slalu terlindungi dari limbah minyak jelantah

Mirna

Karyawan Kantor

Global Warming Crisis, Coldplay Invites Jokowi to Save the Environment

Global Warming Crisis, Coldplay Invites Jokowi to Save the Environment

The world is currently experiencing a global crisis due to the climate change. This is driven by the greenhouse gases trapped on the surface of the Earth, giving rise to a temperature increase on Earth.

The United Nations Framework Convention on Climate Change states that the global climate change is attributed directly or indirectly to human activities, such as coal combustion, deforestation, increased production of methane gas from livestock, and the emission of greenhouse gases from waste. Data from the Ministry of the Environment showed that in 1995, people living in urban areas in Indonesia produced on average 0.8 kg of waste per day and continued to increase to 1 kg per person per day in 2000. It is estimated that the waste heap for each person per day will be of 2.1 kg in 2020.

This has, unsurprisingly, lead the British band, Coldplay, to invite the number-one person in Indonesia, President Joko Widodo, via their official Twitter account. “@jokowi, will you join @bankimooncentre and a coalition of Indonesian climate advocates at #GlobalCitizenLive to make a commitment to the planet? Where you lead, others will follow.”

This has also brought a breath of fresh air after the palace welcomed the invitation from the four-piece band. "President Jokowi said that Indonesia is committed to achieving the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs) in 2030." said Fadjroel Rachman, spokesman for President Joko Widodo, on Tuesday 21 September.

To support the government's campaign to reduce waste, LICIN invites the public to make the waste reduction program a success in Indonesia. The collected waste will be processed appropriately. In addition, waste collected at LICIN can also be exchanged for cash or daily necessities.

Let's join LICIN to make a real impact on the environment! Exchange your used cooking oil now!

Solutions through Collaboration: LICIN Indonesia, in Collaboration with Katon Indonesia, invites MSMEs to Exchange Used Cooking Oil with Logos and Packaging Designs

Solutions through Collaboration: LICIN Indonesia, in Collaboration with Katon Indonesia, invites MSMEs to Exchange Used Cooking Oil with Logos and Packaging Designs

Salatiga, 11 September 2021- Together with Katon Indonesia, LICIN invites members of the MSMEs Cooperative in Tuntang, Salatiga, to become more environmentally aware.

 

In this event, LICIN explained the importance of protecting the environment by not disposing of used cooking oil carelessly. Used cooking oil produced by MSMEs can be collected and exchanged for logos and packaging designs to rebrand their products. The collected used cooking oil is then processed to be used as biodiesel fuel.

In addition, to further deepen the cooperation, the members of the MSME Cooperative can also exchange their used cooking oil for various household needs, such as instant noodles and frozen food products that can be consumed daily.

 

With this event, it is hoped that the collaboration between LICIN and the UMKM Cooperative Group in Tuntang and other cooperative groups in Central Java and Indonesia will continue to save the environment from pollution from used cooking oil.

 

This is the Solution for Handling Waste Cooking Oil from LICIN Indonesia

HALO BISNIS – Minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai, selama ini sering dianggap sebagai limbah. Tak jarang minyak bekas itu dibuang, dan akhirnya malah mencemari lingkungan. Namun kini, sebuah startup lokal, LICIN hadir mengolah limbah minyak goreng dari rumah tangga ataupun sektor F&B untuk diolah menjadi BioDiesel.

Minyak jelantah, baik itu yang bersumber dari limbah rumah tangga, industri rumahan, restoran, hingga usaha-usaha lainnya dapat ditukar dengan berbagai barang bernilai tinggi.

Peluncuran LICIN Indonesia, kata Pimpinan LICIN, Efang Sofian bertepatan dengan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“LICIN menawarkan solusi yang memberikan keuntungan bagi masyarakat. Melalui layanan ini, minyak goreng bekas pakai dapat ditukarkan dengan uang tunai, produk AMDK Pelangi, hingga emas,” katanya melalui siaran tertulis yang diterima, Sabtu (21/8/2021).

Berdasarkan data dari The International Council on Clean Transportation (ICCT), pada tahun 2019, Indonesia menghasilkan 157 juta liter jelantah yang berasal dari limbah rumah tangga, industri rumahan, restoran, dan hotel.

Dan angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri dan jumlah penduduk di Indonesia.
Sayangnya, minyak jelantah yang dapat dikumpulkan di Indonesia baru mencapai angka 3 juta kilo liter atau hanya 18.5% dari total konsumsi minyak goreng sawit nasional.

“Hal ini tentu sangat bermanfaat, mengingat jelantah biasanya hanya akan berakhir di pembuangan dan mencemari aliran air,” ujarnya.

Untuk menukarkan jelantah dengan beberapa produk tersebut, pengguna harus mendaftar melalui laman LICIN yaitu https://licin.love, kemudian melakukan permintaan pengambilan minyak bekas pakai tersebut.

Jelantah yang telah dikumpulkan, akan diolah kembali menjadi BioDiesel. Licin bersama dengan partner juga sudah mendapatkan sertifikasi resmi dari Komisi Eropa (European Comission) melalui “International Sustainability and Carbon Certification”.

“Sejak pertama soft launching hingga proses pengelolaan ini, LICIN telah mengumpulkan (2500 kg) jelantah selama 3 bulan sejak Juni 2021,” kata Efang.

Dengan mengusung tagline “Jelantah Jadi Berkah” dan mengkampanyekan “Bantu Ibu Raih Berkah, Sedekah, dan Amanah”, LICIN juga berkolaborasi dengan Bank Infaq besutan Sandiaga Uno untuk menyediakan program pengumpulan infaq berbasis jelantah.